PSG vs Newcastle 1-1, Drama Matchday 8 UCL. Pertandingan pamungkas fase liga UEFA Champions League 2025/26 di Parc des Princes berakhir dengan skor dramatis 1-1 antara Paris Saint-Germain dan Newcastle United. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi kedua tim, yang sama-sama gagal mengamankan tempat langsung ke babak 16 besar dan terpaksa melaju ke babak playoff knockout. PSG, sebagai juara bertahan, memimpin lebih dulu lewat gol cepat Vitinha, tapi Newcastle membalas lewat sundulan Joe Willock tepat sebelum babak pertama usai. Drama semakin memuncak karena hasil ini membuat keduanya terlempar dari delapan besar, meski Newcastle tampil tangguh melawan tuan rumah yang diunggulkan. Laga ini penuh ketegangan, kontroversi penalti, dan momen-momen krusial yang menentukan nasib di kompetisi Eropa musim ini. INFO SAHAM
Awal Cepat PSG dan Kontroversi Penalti: PSG vs Newcastle 1-1, Drama Matchday 8 UCL
PSG memulai laga dengan tempo tinggi di kandang sendiri. Baru delapan menit berlalu, Vitinha sudah membuka keunggulan lewat penyelesaian akhir yang akurat setelah build-up rapi dari lini tengah. Gol ini datang setelah Nick Pope, kiper Newcastle, sukses menepis penalti Ousmane Dembélé. Penalti diberikan atas handball kontroversial Lewis Miley, yang dianggap banyak pihak terlalu keras. Keputusan wasit Slavko Vinčić ini memicu protes keras dari kubu tamu, tapi Pope tetap tenang dan menjaga gawangnya tetap aman sementara waktu.
Meski unggul, PSG kesulitan menambah gol. Mereka mendominasi penguasaan bola hingga 70 persen lebih di babak pertama, tapi kurang tajam di depan gawang. Newcastle, di bawah arahan Eddie Howe, memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik. Formasi mereka yang kompak, dengan Dan Burn kembali setelah cedera panjang, berhasil meredam ancaman dari Kvaratskhelia, Dembélé, dan Barcola. Burn bahkan tampil seperti bek tangguh dengan heading dan blok krusial. Laga ini mengingatkan pada pertemuan mereka dua tahun lalu, yang juga berakhir 1-1 di venue yang sama.
Balasan Newcastle dan Gol Penyeimbang Willock: PSG vs Newcastle 1-1, Drama Matchday 8 UCL
Drama sesungguhnya terjadi menjelang akhir babak pertama. Di injury time, Newcastle memanfaatkan set-piece dengan baik. Sandro Tonali mengirim umpan lambung, Marquinhos gagal mengantisipasi, bola dikepalakan oleh Dan Burn, dan Joe Willock menyundul masuk ke gawang Matvey Safonov. Gol ini menjadi yang pertama bagi Willock dalam hampir setahun, sejak pertandingan Piala FA Februari 2025. Sundulan itu tidak hanya menyamakan kedudukan, tapi juga membangkitkan semangat Newcastle yang sebelumnya tampak tertekan.
Babak kedua berlangsung lebih seimbang. PSG mencoba menekan dengan memasukkan pemain pengganti, tapi Newcastle tetap solid. Anthony Gordon dan Harvey Barnes sempat mengancam lewat transisi cepat, meski peluang Barnes di menit-menit akhir melenceng tipis. Newcastle bahkan sempat mencetak gol lagi lewat Willock, tapi dianulir karena offside. PSG punya peluang emas, tapi kurang klinis. Hasil imbang ini membuat kedua tim finis di luar delapan besar—PSG di posisi kesembilan atau sekitarnya dengan 14 poin, Newcastle serupa—dan harus bertarung di playoff dua leg bulan depan.
Dampak Hasil dan Prospek Playoff
Hasil seri ini menjadi ironis karena kedua tim sebenarnya butuh kemenangan untuk lolos langsung. PSG, meski juara bertahan, terlihat kurang ganas dibanding musim lalu, terutama di pressing tinggi. Luis Enrique mengakui timnya perlu meningkatkan konversi peluang. Sementara itu, Newcastle patut bangga. Tampil tanpa beberapa pemain kunci seperti Bruno Guimarães yang hanya cadangan, mereka mampu menahan PSG dan bahkan mengancam. Eddie Howe menyebut penampilan ini sebagai bukti kemajuan klub di Eropa, meski playoff menanti lawan berat seperti Monaco atau tim lain dari peringkat bawah.
Playoff knockout akan menentukan siapa yang lolos ke 16 besar. PSG dan Newcastle berpotensi bertemu tim kuat lain, tapi pengalaman ini bisa jadi modal berharga. Bagi Newcastle, ini kali pertama mereka mencapai tahap knockout di era modern, dan performa di Paris menunjukkan mereka mampu bersaing. PSG harus bangkit cepat agar tidak tersingkir dini sebagai pemegang gelar. Drama Matchday 8 ini menggarisbawahi betapa ketatnya kompetisi baru format Champions League.
Kesimpulan
Laga PSG vs Newcastle berakhir 1-1 dengan penuh drama, dari penalti kontroversial hingga gol penyeimbang dramatis Joe Willock. Kedua tim gagal meraih kemenangan yang dibutuhkan, sehingga terpaksa masuk playoff. PSG kehilangan momentum sebagai juara bertahan, sementara Newcastle membuktikan ketangguhan mereka melawan tim elite. Hasil ini menegaskan bahwa di fase liga UCL musim ini, tidak ada yang bisa dianggap remeh—setiap poin dan momen bisa menentukan nasib. Kini, fokus beralih ke playoff, di mana keduanya harus tampil lebih baik untuk melanjutkan petualangan Eropa mereka.





