Home / Uncategorized / Preview PSIM vs Persis: Derbi Mataram yang Panas

Preview PSIM vs Persis: Derbi Mataram yang Panas

Preview PSIM vs Persis: Derbi Mataram yang Panas

Preview PSIM vs Persis: Derbi Mataram yang Panas. Derbi Mataram kembali menghangatkan kompetisi BRI Super League 2025/2026. PSIM Yogyakarta menjamu Persis Solo pada Jumat, 6 Februari 2026, di Stadion Sultan Agung, Bantul. Laga pekan ke-20 ini menjadi ajang gengsi dua tim yang punya akar sejarah panjang di tanah Jawa Tengah dan DIY. PSIM datang sebagai tim yang lebih diunggulkan, sementara Persis berjuang keluar dari zona bawah klasemen. Meski pertandingan sudah berakhir imbang tanpa gol, tensi dan cerita di balik derbi ini tetap layak dibahas sebagai preview yang panas. INFO DJ

Persiapan dan Kondisi PSIM Yogyakarta: Preview PSIM vs Persis: Derbi Mataram yang Panas

PSIM Yogyakarta menatap laga ini dengan posisi relatif aman di papan tengah, sekitar peringkat tujuh dengan raihan poin di kisaran 30-32 setelah 19 pertandingan. Mereka punya modal bagus: komposisi pemain lengkap jelang kick-off. Yusaku Yamadera sudah pulih dari cedera, Ramos Mingo bebas sanksi, dan lini depan dipimpin Ezequiel Vidal serta Nermin Haljeta yang tajam. Pelatih Milomir Seslija atau Jean-Paul van Gastel menekankan pentingnya fokus penuh, meski mengakui Persis sulit diprediksi.
Winger Riyatno Abiyoso menyatakan antusiasme tinggi. Baginya, derbi bukan sekadar soal menang, tapi juga menghibur suporter dan menjaga semangat Laskar Sambernyawa. PSIM mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang emas sepanjang laga, tapi finishing kurang akurat. Kiper Persis menjadi tembok kuat yang menghalau serangan demi serangan.

Tantangan Persis Solo di Markas Lawan: Preview PSIM vs Persis: Derbi Mataram yang Panas

Persis Solo datang dengan beban berat sebagai penghuni dasar klasemen, sekitar posisi 18 dengan poin minim di kisaran 10-12. Tim Laskar Sambernyawa hanya meraih satu kemenangan dalam sepuluh laga terakhir sebelum pertemuan ini. Namun, mereka tampil disiplin dan tangguh di lini belakang. Kiper Vukasin Vranes menjadi pahlawan dengan penyelamatan krusial, layak disebut man of the match.
Persis memilih bertahan sambil mencari peluang balik, meski minim ancaman di depan. Pelatih mereka sadar PSIM lebih kuat secara formasi dan kedalaman skuad, tapi semangat juang tinggi membuat laga berjalan sengit. Rekor tandang buruk tidak menghalangi mereka memberikan perlawanan keras, bahkan mengulang hasil imbang seperti pertemuan pertama yang berakhir 2-2.

Faktor Penentu di Lapangan

Derbi Mataram kali ini berjalan terbuka. PSIM mengambil inisiatif menyerang sejak awal, menciptakan dua peluang emas di babak pertama saja. Persis mengandalkan soliditas pertahanan dan transisi cepat, tapi kurang tajam di lini depan. Wasit Yoko Suprianto mengendalikan laga dengan baik, meski ada momen panas antarpemain.
Dukungan suporter di Stadion Sultan Agung menjadi energi ekstra bagi PSIM, sementara Persis mengandalkan mental baja untuk bertahan. Kiper Vranes jadi kunci ketahanan tim tamu, sementara lini tengah PSIM seperti Ze Valente dan Fahreza Sudin mendominasi penguasaan. Sayangnya, tidak ada gol tercipta meski intensitas tinggi sepanjang 90 menit.

Kesimpulan

Derbi Mataram edisi ini berakhir tanpa pemenang, skor 0-0 yang mengecewakan bagi PSIM yang mendominasi tapi gagal memanfaatkan peluang. Persis berhasil mencuri satu poin berharga untuk sedikit menjauh dari juru kunci, berkat penampilan heroik kiper mereka. Laga ini menunjukkan betapa panasnya rivalitas dua tim bersejarah ini—bukan hanya soal poin, tapi gengsi dan identitas. PSIM tetap di posisi menengah, Persis masih berjuang bertahan. Kedua kubu pasti belajar banyak untuk laga-laga berikutnya di sisa musim. Derbi Mataram selalu punya cerita, dan kali ini ceritanya adalah ketangguhan dan pemborosan peluang.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *