AC Milan Batalkan Perekrutan Rasmus Hojlund. Bursa transfer musim panas 2025 kembali menghadirkan drama dengan keputusan mengejutkan AC Milan yang membatalkan perekrutan Rasmus Hojlund dari Manchester United. Setelah berminggu-minggu negosiasi intens, Rossoneri memilih mundur dari kesepakatan yang awalnya diyakini hampir selesai. Sementara Arsenal bergulat dengan cedera Kai Havertz dan adaptasi Viktor Gyokeres yang belum menemukan chemistry, Milan kini mengalihkan fokus ke target lain, meninggalkan Hojlund dalam ketidakpastian. Dengan tenggat transfer yang semakin dekat pada 1 September 2025, ke mana langkah sang striker Denmark ini akan berlabuh? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA
Siapa Itu Rasmus Hojlund
Rasmus Hojlund adalah penyerang berusia 22 tahun asal Denmark yang bergabung dengan Manchester United dari Atalanta pada Agustus 2023 seharga £72 juta. Lahir di Kopenhagen, ia memulai karier di akademi FC Copenhagen sebelum bersinar di Sturm Graz dan Atalanta, di mana ia mencetak sembilan gol di Serie A pada musim 2022/2023. Di United, Hojlund menunjukkan potensi dengan 26 gol dalam 95 penampilan, termasuk 10 gol di Premier League pada musim debutnya. Namun, performanya yang naik-turun dan cedera hamstring yang membuatnya absen selama 18 laga musim lalu menghambat perkembangannya. Hojlund dikenal dengan postur tinggi (1,91 meter), kecepatan, dan kemampuan menyelesaikan peluang, tetapi tekanan besar di Old Trafford dan persaingan ketat membuatnya kesulitan konsisten. Kini, ia berada di persimpangan karier setelah United mendatangkan penyerang baru seperti Benjamin Sesko.
Kenapa AC Milan Batalkan Perekrutan Rasmus Hojlund
AC Milan awalnya sangat antusias untuk membawa Hojlund kembali ke Serie A, dengan negosiasi mencakup skema pinjaman €6 juta dan opsi pembelian €45 juta. Namun, keputusan untuk membatalkan transfer ini dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, Hojlund bersikeras pada transfer permanen sejak awal, sedangkan Milan hanya bersedia menawarkan pinjaman dengan syarat performa tertentu untuk mengaktifkan klausul pembelian. Ketidakcocokan visi ini membuat negosiasi mandek. Kedua, Milan mulai ragu dengan kemampuan Hojlund untuk langsung memberikan dampak, mengingat catatan golnya yang hanya empat di Premier League musim lalu. Direktur olahraga Milan, Igli Tare, dilaporkan khawatir bahwa Hojlund belum cukup matang untuk menjadi ujung tombak utama. Alih-alih, Milan beralih ke Victor Boniface dari Bayer Leverkusen, yang dianggap lebih siap dengan catatan 16 gol di Bundesliga musim lalu. Boniface juga tersedia dengan skema pinjaman yang lebih fleksibel, senilai €30 juta, yang lebih sesuai dengan strategi finansial Milan. Persaingan dari Napoli, yang juga mengincar Hojlund, turut memperumit situasi, mendorong Milan untuk mencari opsi yang lebih pasti.
Kemanakah Destinasi Rasmus Hojlund Selanjutnya?
Dengan batalnya transfer ke AC Milan, Hojlund kini menjadi incaran beberapa klub lain. Napoli tetap menjadi kandidat kuat, terutama setelah cedera Romelu Lukaku yang memaksanya absen hingga November 2025. Partenopei telah menghubungi Manchester United untuk membahas transfer senilai €45 juta, meski mereka juga lebih memilih skema pinjaman. Juventus juga dikabarkan tertarik, melihat Hojlund sebagai pelapis potensial untuk Dusan Vlahovic, yang masa depannya di Turin belum pasti. Di luar Italia, Fulham muncul sebagai opsi mengejutkan, menawarkan Hojlund kesempatan untuk tetap di Premier League dengan peran lebih besar dibandingkan di United. Mantan klubnya, Atalanta, juga disebut-sebut sebagai tujuan potensial, mengingat kesuksesan Hojlund di sana sebelumnya. Namun, United lebih memilih transfer permanen untuk mengurangi beban gaji dan mendanai pembelian gelandang seperti Eduardo Camavinga. Hojlund sendiri dikabarkan terbuka untuk kembali ke Serie A, di mana ia merasa lebih nyaman, tetapi keputusan akhir akan bergantung pada klub yang mampu memenuhi tuntutan United sebelum deadline.
Kesimpulan: AC Milan Batalkan Perekrutan Rasmus Hojlund
Pembatalan transfer Rasmus Hojlund oleh AC Milan menandai perubahan strategi Rossoneri dalam memperkuat lini serang, dengan Victor Boniface kini menjadi prioritas. Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian Milan dalam mengelola anggaran dan memilih pemain yang sesuai dengan visi jangka panjang Massimiliano Allegri. Sementara Arsenal berjuang dengan cedera Havertz dan adaptasi Gyokeres, Hojlund kini menghadapi ketidakpastian di Manchester United, di mana posisinya terpinggirkan oleh kedatangan Sesko dan persaingan ketat. Dengan Napoli, Juventus, dan Fulham sebagai opsi potensial, Hojlund masih punya peluang untuk melanjutkan kariernya di klub yang memberinya peran sentral. Bursa transfer yang tinggal menghitung hari akan menentukan apakah Hojlund bisa menemukan rumah baru untuk menghidupkan kembali potensinya, atau terpaksa bertahan di United sebagai pelapis. Fans kini menanti kelanjutan saga ini dengan penuh antisipasi.