Alasan Andre Onana Masih Belum Dimainkan Hingga Saat Ini. Manchester United memulai musim Premier League 2025/26 dengan hasil yang kurang memuaskan, termasuk kekalahan dari Arsenal dan hasil imbang 1-1 melawan Fulham pada 24 Agustus 2025. Namun, sorotan tak hanya tertuju pada performa tim, tetapi juga pada absennya kiper utama, Andre Onana, dari starting XI. Dengan Altay Bayindir yang terus dipercaya di bawah mistar, fans mulai bertanya-tanya mengapa Onana belum juga dimainkan. Apa alasan di balik keputusan ini, dan bagaimana respons sang kiper? Mari kita ulas lebih dalam. BERITA BOLA
Siapakah Andre Onana
Andre Onana adalah kiper berbakat asal Kamerun, lahir pada 2 April 1996 di Nkol Ngok. Kariernya dimulai di akademi Samuel Eto’o sebelum bergabung dengan Barcelona pada 2010. Ia kemudian bersinar di Ajax Amsterdam, tampil dalam 214 pertandingan dan memenangkan tiga gelar Eredivisie. Pada 2022, Onana pindah ke Inter Milan dengan status bebas transfer, membantu klub meraih Coppa Italia dan mencapai final Liga Champions 2023. Manchester United merekrutnya pada Juli 2023 dengan biaya £43,8 juta untuk menggantikan David de Gea. Onana dikenal karena distribusi bola yang luar biasa, dengan akurasi passing 85% musim lalu, dan refleks cepat, meski sempat dikritik karena kesalahan di laga-laga besar. Dengan 40 caps untuk timnas Kamerun, ia diharapkan menjadi pilar pertahanan United, tetapi musim ini ia belum sekalipun tampil di Premier League.
Kenapa Hingga Saat Ini Dia Belum Dimainkan
Absennya Andre Onana dari starting XI Manchester United dipicu oleh kombinasi faktor taktis dan kebugaran. Pada awal pra-musim 2025, Onana mengalami cedera hamstring yang membuatnya absen selama hampir seluruh sesi latihan. Meski telah pulih, ia hanya menjalani tiga sesi latihan penuh sebelum laga pembuka melawan Arsenal pada 17 Agustus 2025, yang membuat pelatih Ruben Amorim memilih Altay Bayindir sebagai starter. Amorim menjelaskan bahwa keputusan ini bukan karena cedera, melainkan karena performa apik Bayindir selama pra-musim, di mana ia mencatatkan dua clean sheet dalam tiga laga uji coba. Selain itu, Amorim tampaknya sedang mencari keseimbangan dalam tim, dengan Bayindir dinilai lebih stabil dalam menghadapi tekanan awal musim. Taktik 3-4-3 Amorim juga menuntut kiper yang mampu beradaptasi dengan cepat dalam build-up play, dan Bayindir dianggap lebih siap setelah menjalani pra-musim penuh. Spekulasi lain menyebutkan bahwa Amorim ingin memberikan sinyal kepada skuad bahwa tidak ada pemain yang dijamin starter, termasuk Onana, untuk meningkatkan kompetisi internal. Keputusan ini diperkuat oleh performa Bayindir yang cukup solid, meski ia kebobolan gol dari situasi bola mati melawan Fulham.
Apa Tanggapan Onana Sendiri Atas Hal Tersebut
Andre Onana menunjukkan sikap profesional meski kecewa dengan keputusan Amorim. Dalam wawancara singkat setelah laga melawan Fulham, ia menyatakan, “Saya selalu siap bermain untuk tim, tapi saya menghormati keputusan pelatih. Yang terpenting adalah tim menang.” Onana juga mengunggah foto latihan di Instagram dengan keterangan, “Terus bekerja keras, waktu saya akan tiba,” menunjukkan semangatnya untuk tetap berjuang. Kabarnya, ia telah berbicara dengan Amorim untuk memahami alasan pencadangannya dan meminta kejelasan tentang perannya di tim. Onana menegaskan bahwa ia merasa dalam kondisi fisik terbaiknya dan siap bersaing dengan Bayindir. Meski ada rumor tentang ketertarikan Inter Milan dan Neom SC dari Saudi Pro League, Onana menegaskan komitmennya untuk tetap di United dan membuktikan diri sebagai kiper utama. Sikapnya yang tenang namun penuh determinasi mendapat pujian dari beberapa rekan setim, seperti Manuel Ugarte, yang menyukai unggahan Instagramnya sebagai tanda dukungan.
Kesimpulan: Alasan Andre Onana Masih Belum Dimainkan Hingga Saat Ini
Absennya Andre Onana dari starting XI Manchester United di awal musim 2025/26 menjadi sorotan besar, terutama setelah cedera hamstring dan performa apik Altay Bayindir di pra-musim. Keputusan Ruben Amorim untuk mencadangkan Onana mencerminkan pendekatan taktisnya yang mengutamakan kesiapan dan kompetisi internal, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan kiper asal Kamerun ini. Respons profesional Onana menunjukkan kematangannya, tetapi ia harus segera membuktikan diri di lapangan untuk merebut kembali posisinya. Dengan United yang masih mencari kemenangan pertama musim ini, tekanan semakin meningkat pada Amorim untuk menemukan formula terbaik, termasuk menentukan kiper utama. Apakah Onana akan kembali menjadi pilar di bawah mistar, atau Bayindir akan terus mendapat kepercayaan? Saga ini menegaskan bahwa di Old Trafford, setiap posisi harus diperjuangkan, dan Onana tampak siap menghadapi tantangan tersebut.