Home / Uncategorized / Luis Enrique Sebut Monaco vs PSG Laga Aneh

Luis Enrique Sebut Monaco vs PSG Laga Aneh

Luis Enrique Sebut Monaco vs PSG Laga Aneh

Luis Enrique Sebut Monaco vs PSG Laga Aneh. Luis Enrique menyebut pertandingan leg pertama playoff knockout Liga Champions antara Monaco dan PSG di Stade Louis II pada 17 Februari 2026 sebagai “laga aneh” dalam konferensi pers pasca-laga, setelah timnya berhasil membalikkan defisit dua gol untuk menang 3-2 secara dramatis. Pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa awal pertandingan berjalan sangat buruk bagi pasukannya, dengan kebobolan cepat di menit pertama dan kedelapan belas ditambah cedera Ousmane Dembélé yang memaksa perubahan taktik mendadak, tapi comeback di babak kedua melalui dua gol Désiré Doué dan satu dari Achraf Hakimi membuatnya terkesan sekaligus bingung dengan dinamika laga tersebut. Enrique menyoroti bagaimana Monaco tampak superior di awal tapi tiba-tiba kehilangan kendali setelah kartu merah Aleksandr Golovin di akhir babak pertama, sementara PSG yang sempat terpuruk justru menemukan ritme terbaik di saat tim tuan rumah melemah. Pernyataan ini mencerminkan pandangan Enrique bahwa sepak bola sering kali tak bisa diprediksi, terutama di kompetisi knockout Eropa di mana emosi dan momentum bisa berubah drastis dalam hitungan menit. BERITA TERKINI

Awal Buruk yang Membuat Enrique Terkejut

Enrique mengakui bahwa ia tidak menyangka timnya akan tertinggal 0-2 begitu cepat, terutama setelah Monaco memanfaatkan kelengahan lini belakang melalui gol Folarin Balogun yang lahir dari serangan balik kilat. Ia menyebut babak pertama sebagai “mimpi buruk” karena PSG kehilangan Dembélé karena cedera hamstring di menit ke-25, memaksa masuknya Doué lebih awal dari rencana, dan pertahanan yang tampak kacau di transisi. Namun Enrique menilai bahwa kartu merah Golovin menjadi titik balik yang aneh, karena Monaco yang sebelumnya mendominasi tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan memberikan ruang bagi PSG untuk membangun serangan. Pelatih itu menekankan bahwa meski kartu merah itu adil, dinamika laga berubah terlalu ekstrem dari dominasi tuan rumah menjadi keunggulan tamu, membuatnya merasa pertandingan ini seperti dua laga berbeda dalam satu malam. Enrique juga memuji adaptasi cepat pemain pengganti, terutama Doué yang langsung mencetak gol penyama kedudukan hanya empat menit setelah masuk, menunjukkan bahwa skuadnya punya kedalaman dan karakter untuk bangkit di situasi sulit.

Comeback Dramatis dan Peran Doué sebagai Pembeda: Luis Enrique Sebut Monaco vs PSG Laga Aneh

Enrique menjelaskan bahwa gol penyama kedudukan dari Hakimi di injury time babak pertama menjadi suntikan moral besar, meski ia tetap khawatir karena Monaco masih bermain dengan sepuluh orang tapi tetap berbahaya melalui serangan balik. Gol kedua Doué di menit ke-67 menjadi penentu, di mana pemain muda itu melepaskan tembakan keras ke pojok bawah setelah kombinasi apik dengan Bradley Barcola, menyelesaikan comeback yang Enrique sebut “aneh tapi indah”. Ia memuji Doué karena masuk di momen terburuk dan langsung memberikan dampak maksimal dengan dua gol plus assist, menjadikannya bintang malam itu. Enrique juga menyoroti ketangguhan mental tim yang tidak panik meski tertinggal dua gol di kandang lawan, dan bagaimana perubahan taktik sederhana seperti pressing lebih tinggi serta memanfaatkan lebar lapangan berhasil membongkar pertahanan Monaco yang sempat rapat. Pernyataan Enrique tentang laga aneh ini juga mencakup pengakuan bahwa sepak bola sering kali dipengaruhi faktor tak terduga seperti cedera, kartu merah, dan momentum, yang membuatnya semakin menghargai kemenangan ini meski tidak sempurna.

Persiapan Leg Kedua dengan Keunggulan Tipis: Luis Enrique Sebut Monaco vs PSG Laga Aneh

Dengan agregat 3-2 untuk PSG, Enrique menilai leg kedua di kandang sendiri akan menjadi ujian berat karena Monaco pasti akan tampil lebih agresif untuk membalikkan keadaan, terutama dengan dukungan suporter yang bisa menciptakan tekanan ekstra. Ia menekankan pentingnya menjaga clean sheet di awal laga agar tidak memberikan harapan bagi lawan, sambil tetap waspada terhadap serangan balik cepat Monaco yang terbukti mematikan di leg pertama. Enrique juga menyebut bahwa pengalaman comeback malam itu bisa menjadi modal psikologis besar, tapi tim tidak boleh lengah karena keunggulan satu gol masih sangat rapuh di kompetisi knockout. Ia berharap pemain bisa pulih cepat dari kelelahan dan cedera ringan, terutama Dembélé yang statusnya masih diragukan, agar skuad tetap lengkap menghadapi laga penentu. Enrique menutup dengan nada optimis bahwa meski laga pertama terasa aneh, timnya telah menunjukkan karakter juara yang dibutuhkan untuk melaju lebih jauh di kompetisi ini.

Kesimpulan

Luis Enrique menyebut Monaco versus PSG sebagai laga aneh karena perubahan dramatis dari dominasi tuan rumah di awal menjadi comeback sempurna PSG di babak kedua, yang ditandai cedera, kartu merah, dan performa gemilang Désiré Doué. Pernyataan ini mencerminkan pengalaman pelatih berpengalaman yang tahu betul betapa tak terduganya sepak bola di level tertinggi Eropa, di mana satu momen bisa mengubah segalanya. Kemenangan 3-2 memberi PSG keunggulan berharga menuju leg kedua, tapi Enrique tetap realistis bahwa perjalanan belum selesai dan Monaco punya potensi membalas di kandang lawan. Hasil ini sekaligus menjadi bukti kedalaman skuad PSG serta kemampuan Enrique mengelola krisis di lapangan, menjadikan pertandingan ini salah satu yang paling berkesan di musim ini. Semoga leg kedua berlangsung sengit tapi adil, dengan fokus pada kualitas permainan daripada drama tak terduga.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *