Miralem Pjanic Memutuskan Pensiun di Umur ke-35. Miralem Pjanic, gelandang visioner asal Bosnia-Herzegovina, resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional di usia 35 tahun. Keputusan ini datang tak lama setelah rumor kembalinya ke klub lama di Italia digagalkan, dan ia kini fokus bersiap menjadi agen pemain. Lahir 2 April 1990 di Tuzla, Pjanic akhiri karier gemilang dengan 780 penampilan kompetitif—665 di level klub dan 115 caps untuk timnas Bosnia, di mana ia cetak 18 gol. Kariernya penuh puncak, dari debut di klub kecil hingga jadi bintang di liga top Eropa. Pensiun ini tutup babak panjang yang dimulai sejak 2005, di mana ia dikenal sebagai salah satu spesialis tendangan bebas terbaik generasinya. Pengumuman pada 28 November 2025 ini tak hanya tutup pintu lapangan, tapi buka peluang baru di balik layar sepak bola. INFO SLOT
Karier Awal dan Kebangkitan di Serie A: Miralem Pjanic Memutuskan Pensiun di Umur ke-35
Pjanic mulai karier di Metz, klub Prancis, di mana ia debut usia 17 tahun pada 2007. Ia cepat jadi andalan, main 74 laga dan cetak 5 gol sebelum pindah ke Lyon pada 2010. Di sana, ia poles skill passing akuratnya, bantu tim raih tiga gelar Coupe de la Ligue. Musim 2011/2012 jadi titik balik: Lyon jual ia ke klub Italia dengan biaya 11 juta euro. Di sana, Pjanic langsung adaptasi, main 120 laga dalam empat musim, cetak 16 gol, dan beri assist krusial di kompetisi domestik. Ia bangun reputasi sebagai playmaker tenang, dengan visi permainan yang bikin rekan depan lebih tajam. Puncaknya, musim 2014/2015: ia cetak 7 gol dari tendangan bebas, rekor pribadi yang tunjukkan bakat spesialnya. Karier awal ini bangun fondasi solid, dari pemain muda potensial jadi gelandang kelas dunia.
Puncak Karier di Klub Raksasa Eropa: Miralem Pjanic Memutuskan Pensiun di Umur ke-35
Pindah ke klub besar Italia pada 2016 dengan biaya 30 juta euro, Pjanic langsung integrasi sempurna. Ia main 188 laga, cetak 31 gol, dan bantu raih dua gelar liga domestik berturut-turut. Di sana, ia duet harmonis dengan rekan gelandang, kuasai lini tengah dengan passing akurat 88 persen dan distribusi bola yang presisi. Puncaknya, final Liga Champions 2017: meski kalah, ia beri assist kunci yang hampir balikkan skor. Kemudian, transfer megah ke klub Spanyol pada 2020 seharga 60 juta euro plus bonus, tapi adaptasi tak mulus—ia main cuma 36 laga karena kompetisi ketat. Pinjaman ke klub Turki pada 2021 beri ruang bernapas: 24 laga, 4 gol, dan gelar liga. Kembali ke klub asal Italia pada 2022, ia tambah 50 penampilan sebelum akhir kontrak 2024. Di level klub, total 665 laga, 79 gol, 85 assist—capaian yang bikin ia dihormati sebagai gelandang serba bisa.
Kontribusi untuk Timnas Bosnia dan Tantangan Akhir Karier
Untuk Bosnia-Herzegovina, Pjanic jadi ikon sejak debut 2008. Dengan 115 caps dan 18 gol, ia rekor kedua paling banyak caps untuk negara itu. Ia pimpin tim ke kualifikasi Euro 2016, cetak gol kemenangan lawan tim kuat Eropa. Pensiun internasional pada Mei 2024 usai kualifikasi Euro gagal, tapi upacara perpisahan Juni 2025 di Zenica jadi momen emosional—ia turun lapangan bareng putranya. Akhir karier di klub Rusia pada 2024/2025 beri gelar piala domestik, tapi kontrak tak diperpanjang. Tantangan terakhir: cedera ringan dan kompetisi usia membuatnya sulit dapat menit reguler, tapi ia tetap kontribusi dari bangku cadangan. Pensiun ini bukan akhir mendadak—ia sudah rencanakan transisi jadi agen, manfaatkan jaringan luas dari karier panjang.
Kesimpulan
Pensiun Miralem Pjanic di usia 35 tahun tutup karier brilian yang penuh prestasi, dari Lyon hingga klub raksasa Eropa, dengan total nilai transfer 110,5 juta euro. Ia tak hanya gelandang, tapi inspirasi bagi generasi Bosnia—dengan visi, tendangan bebas mematikan, dan loyalitas timnas. Kini, di usia matang, ia pilih mundur untuk beri ruang muda-mudi, sambil bangun babak baru sebagai agen. Sepak bola kehilangan pemain hebat, tapi dunia bola dapat mentor bijak. Pjanic bukti: sukses tak selalu soal trofi, tapi warisan yang abadi.





